Author Topic: Salah Cara Pandang  (Read 682 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline rusdinech

  • Global Moderator
  • FIK - Full
  • *****
  • Posts: 177
  • Reputation: 168
Alkisah, hidup seorang petapa yang di kenal sangat khusyuk dalam bertapa dan jika bertapa tidak bisa tertarik oleh godaan apapun. Hal itu di ketahui iblis sehingga ia datang menggodanya. Ia menaruk pikiran tentang kekuasaan. Petapa itu tak bergeming. Iblis lalu menaruh pikiran soal kekayaan, hasilnya sama. Juga saat ditaruh pikiran tentang seks, wajah si petapa tetap tenang. Hingga akhirnya, satu iblis lain maju mendekatinya. Ia membisikinya dan wajah si petapa langsung berubah.
Ternyata, iblis berbisik "Adik seperguruanmu sekarang dilantik menjadi kepala perguruan oleh gurumu"

Iri hati bisa dikatakan adalah salah satu dosa tertua. Kain membunuh Habel karena iri. Hawa juga bisa dikatakan memberontak dan makan buah pengetahuan baik dan buruk dengan motivasi serupa, ia ingin menjadi seperti Allah. Karena iri, dan ahli Taurat bersekongkol dengan pemerintahan Romawi untuk menyalibkan Yesus. Berbagai pertikaian, kriminalitas dan perang pun terjadi karena iri hati, yaitu karena manusia saling mengingini apa yang orang lain miliki.

Kita semua tahu bahwa iri hati memang bukan hal yang baik. Alkitab pun membicarakan iri hati selalu sebagai hal yang negatif. Hanya masalahnya, iri hati sering kali terjadi tanpa kita sadari. Iri hati seolah seperti musuh yang datang secara sembunyi-sembunyi untik kemudian tiba-tiba sudah menguasai pikiran kita sehingga kita bahkan bisa melakukan hal-hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Kain sampai tega membunuh Habel meskipun ia tidak pernah melihat manusia membunuh satu sama lain sebelumnya.
Para ahli Taurat bahkan memilih Barabas, yang pandangannya amat berlawanan dengan mereka dan menyerahkan Yesus (yang pengajaran-Nya sebenarnya menyempurnakan hukum Taurat yang mereka pegang). Mengapa? Karena iri !
Iri hati terjadi ketika kita salah melihat diri kita sendiri. Entah kita menempatkan diri sendiri terlalu tinggi atau terlalu rendah, hal itulah yang memunculkan iri hati. Maka, sebenarnya kunci mengatasi iri hati ini cukup sederhana : lihat diri kita dan lihat orang lain sebagaimana Allah melihatnya. Percaya diri tapi tidak sombong, rendah hati tapi tidak minder, karena kita tahu bahwa berkat yang kita atau orang lain dapat adalah seizin Tuhan.

Matius 27:18
Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.
Mengatasi iri hati adalah dengan melihat segala sesuatu dari sudut pandang Allah


Renungan Harian Spirit
Arie


Gbu

Offline John Paul III

  • Administrator
  • Hero Member
  • *****
  • Posts: 797
  • Reputation: 696
  • Denominasi: Katolik
Waduh, bro rusdinech tulisannya benar-benar membuat terenyuh.

Iri hati = desire...


Offline rusdinech

  • Global Moderator
  • FIK - Full
  • *****
  • Posts: 177
  • Reputation: 168
Waduh, bro rusdinech tulisannya benar-benar membuat terenyuh.

Iri hati = desire...
saya cuma ketik ulang saja dari renungan harian.. :)

Offline Husada

  • FIK council
  • Super Hero
  • *****
  • Posts: 3585
  • Reputation: 3182
  • Gerejaku Didirikan oleh Yesus Kristus
Waduh, bro rusdinech tulisannya benar-benar membuat terenyuh.

Iri hati = desire...
Benarkah IRI = HASRAT?
« Last Edit: June 13, 2012, 10:41:32 PM by rusdinech »
PRO ECCLESIA ET PATRIA, PRO PATRIA ET ECCLESIA

bruce

  • Guest
@rusdinech

Post yang sangat bagus, bro Rusdi.


@husada & JP III

Saya pribadi, melihat sifat iri, lebih bersumber karena  'cinta diri'
Karena cinta diri lah yang menguasai hati dan pikiran manusia, sehingga mengalahkan cinta kepada Tuhan dan kepada sesama.
Seseorang yang lebih mencintai Tuhan dan sesamanya dibandig dirinya sendiri, seseorang yang lebih mengutamakan Tuhan dan sesamanya, sepertinya akan jauh dari sifat iri hati. Yang ada adalah selalu penuh syukur, terhadap segala bekat, termasuk keberhasilan, kepada siapapun yang memperolehnya. Karena jauh di dalam hatinya menyadari bahwa tiada kemuliaan selain kepada Bapa, dan tiada berkat yang diterima selain dari Bapa.

Syalom

Offline rusdinech

  • Global Moderator
  • FIK - Full
  • *****
  • Posts: 177
  • Reputation: 168
Benarkah IRI = HASRAT?


setiap manusia sih mestinya punya hasrat yah..
tapi hasrat yang bagaimana...

Quote
Percaya diri tapi tidak sombong, rendah hati tapi tidak minder, karena kita tahu bahwa berkat yang kita atau orang lain dapat adalah seizin Tuhan.

jadi sepertinya sih dalam batas yang normal..
tidak berlebihan, tapi tidak juga seperti tidak punya cita2...

begitu sepertinya..

Gbu

Offline rusdinech

  • Global Moderator
  • FIK - Full
  • *****
  • Posts: 177
  • Reputation: 168
@rusdinech

Post yang sangat bagus, bro Rusdi.


@husada & JP III

Saya pribadi, melihat sifat iri, lebih bersumber karena  'cinta diri'
Karena cinta diri lah yang menguasai hati dan pikiran manusia, sehingga mengalahkan cinta kepada Tuhan dan kepada sesama.
Seseorang yang lebih mencintai Tuhan dan sesamanya dibandig dirinya sendiri, seseorang yang lebih mengutamakan Tuhan dan sesamanya, sepertinya akan jauh dari sifat iri hati. Yang ada adalah selalu penuh syukur, terhadap segala bekat, termasuk keberhasilan, kepada siapapun yang memperolehnya. Karena jauh di dalam hatinya menyadari bahwa tiada kemuliaan selain kepada Bapa, dan tiada berkat yang diterima selain dari Bapa.

Syalom

iya bro bruce..
terkadang karena hasrat, orang bisa saja berubah tujuan hidup..
dari pencari Tuhan, menjadi pencari uang.. :)

Gbu

Offline Husada

  • FIK council
  • Super Hero
  • *****
  • Posts: 3585
  • Reputation: 3182
  • Gerejaku Didirikan oleh Yesus Kristus
Damai bagi FIKers.
@rusdinech
Post yang sangat bagus, bro Rusdi.
Sepakat. Post yang sangat bagus.
@husada & JP III
Saya pribadi, melihat sifat iri, lebih bersumber karena  'cinta diri'
Nah, ini tepat. Maka, saya sangat setuju dengan tajuk trit ini, karena salah cara pandanglah seseorang jadi menyimpang, kesalahcarapandangannya bersumber dari 'cinta diri'.

Tentang "iri" dan "hasrat", menurut pemahahaman saya, "iri" selalu berkonotasi negatif, terlepas apakah seseorang ingin seperti yang di-iri-i, atau hanya sekedar tidak ingin orang yang di-iri-i itu mencapai prestasi. Sementara "hasrat", masih mungkin berkonotasi positif, dimana si pemilik hasrat ingin meraih suatu prestasi, maka hasrat itu memicunya untuk berusaha lebih keras.
terkadang karena hasrat, orang bisa saja berubah tujuan hidup..
dari pencari Tuhan, menjadi pencari uang.. :)
Menurut saya, jika tidak pintar mengelola hasrat, maka akan terjadi penghalalan segala cara. Hilang integritas diri. Lha, termasuk yang seperti Rudi bilang, merubah tujuan hidup, dari pencari Tuhan menjadi pencari uang, alis mempertuhankan uang.

Jadi, posting-an Rusdi itu memang sangat bagus direnungkan.

Damai, damai, damai.
PRO ECCLESIA ET PATRIA, PRO PATRIA ET ECCLESIA